Info Jatim Official Website | Blogger Members area : Register | Sign in

Tahukah Kamu

Debat Capres Putaran Kedua

Jumat, 26 Juni 2009

Share to :
+1
JAKARTA - Debat capres putaran kedua berlangsung menarik. Ketiga sosok pemburu istana itu saling sentil dan sindir sehingga suasana menjadi sangat cair.

Dibandingkan putaran pertama, debat capres tadi malam yang dimoderatori ahli ekonomi Aviliani lebih gayeng karena penuh lontaran jokes segar. Terutama JK yang sejak awal terus memancing SBY dan Megawati dengan sindiran bernada gurauan. SBY pun tak mau kalah. Namun, Megawati cenderung pasif.

Kelakar JK itu diawali sejak pemaparan visi dan misi. Mendapatkan giliran ketiga, JK menjelaskan upaya pengentasan kemiskinan. Dia mengatakan, lapangan kerja harus dibuka seluas-seluasnya. Yang bisa melakukannya, selain pemerintah, adalah penguasaha.

"Kita tidak bisa menyalahkan pengusaha berambut hitam. Sebab, mereka memberi banyak orang pekerjaan," ujarnya lantas disambut tepuk tangan riuh hadirin yang memadati studio Metro TV.

Pernyataan JK itu tentu membalas sindiran SBY dalam sebuah kampanye. Kata SBY ketika itu, yang harus diwaspadai selain kapitalis dari luar negeri adalah kapitalis berambut hitam alias kapitalis dalam negeri. JK, rupanya, merasa pernyataan tersebut ditujukan kepadanya.

Tak berhenti sampai di situ, JK terus menyindir SBY dengan gurauan. Ketika berbicara mengenai kemiskinan dan peran Bulog dalam peningkatan nilai tukar petani, JK kembali melempar kelakarnya. "Kalau Pak SBY menggunakan lagu Indomie, itu berarti impor gandum kita terus tinggi," ujarnya disambut riuh penonton di studio.

SBY tak tinggal diam. Saat mendapatkan giliran menjawab, dia membalas pernyataan JK. "Mungkin yang dimakan Pak JK itu 100 persen gandum. Yang saya makan itu (mi) yang terbuat dari ketela, sagu, sukun," ujarnya sambil tersenyum lebar.

Upaya saling sindir tersebut, rupanya, mencairkan suasana debat yang kaku. Setelah sindirannya dijawab SBY, JK langsung mengajak bersalaman. SBY meraih tangan JK dan merangkul pundak JK dari belakang. Mereka kemudian berjalan kembali ke bangku pendukung sambil terkekeh terus. Kejadian itu tak disorot kamera.

Tak hanya SBY yang menjadi sasaran sindiran JK. Megawati yang terlihat tegang juga disasar. Ketika topik membicarakan mengenai kredit mikro, Aviliani menanyakan apakah perempuan mendapatkan prioritas pemberian kredit. ''Itu sudah pasti. Perempuan memang lebih teliti dalam urusan uang. Bukan begitu Bu Mega,'' ujarnya. Sayang, Mega irit senyum.

Boediono yang duduk di tengah pendukung SBY ikut disindir JK. Ketika membicarakan mengenai subsidi untuk masyarakat, JK mengatakan, bukan jumlah subsidi yang harus dikurangi tapi objek subsidi. Misalnya, kata dia, sebagian besar subsidi negara digunakan untuk minyak gas dan pembangkit listrik.

"Untuk meringankan beban negara, kita konversi minyak gas ke elpiji. Listrik yang menggunakan solar, teknologinya harus kita ganti," katanya. Karena itu, dia pernah mengusulkan pembangunan pembangkit listrik untuk menyuplai energi sebesar 10.000 megawatt. "Itu pernah ditolak sama Pak Boediono," ujarnya sambil memandang Boediono. Mantan Menko Perekonomian itu pun hanya tersenyum kecil.

SBY terpancing untuk menengahi. Dia mengakui, usul itu pernah ditolak. Sebab, saat itu belum ada garansi yang jelas. Namun, proyek tersebut akhirnya disetujui. "Iya, kalau tidak disetujui, listrik sering mati," balas JK lantas terkekeh.

Megawati yang sejak awal irit senyum lama-kelamaan mulai terpancing. Ketika membahas Undang-Undang Tenaga Kerja, JK memaparkan mengenai revisi undang-undang tersebut agar bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Megawati pun membalas. "Kalau Pak JK itu seperti itu karena kerja dulu ngikut saya," ujarnya. JK dulu adalah Menko Kesra di era pemerintahan Mega. JK menyahut. "Tapi baik kan Bu kerja saya," ujarnya. Mega menggeleng. "Ya enggak dong," kata Mega dengan mimik cemberut lantas menahan senyum.



Terima kasih banyak atas kunjungan teman-teman Blogger ke blog saya yang sederhana ini. Selamat membaca dan jangan lupa untuk berkomentar dibawah ini.
Dukung Artikel Blog ini dengan cara klik icon disamping ini >> Dukungan

0 komentar:

Posting Komentar

 
+1